Apakah Bank Jago Sehat? Menilai Tingkat Kesehatan Bank Digital menggunakan RGEC

Authors

  • Ignasia Tiffani Universitas Katolik Parahyangan
  • Felix Senjaya Universitas Katolik Parahyangan
  • Budiana Gomulia Universitas Katolik Parahyangan

DOI:

https://doi.org/10.24002/modus.v38i2.14285

Abstract

Digital transformation has been supported in Indonesia's banking business due to increasing competitiveness. PT Bank Jago Tbk has positioned itself as a digital bank since the beginning of its operations, and this strategy influences its overall health level. Based on Financial Services Authority (OJK) Regulation No. 4/POJK.03/2016, banks are required to assess their health level using a risk-based approach covering Risk Profile, Good Corporate Governance (GCG), Earnings, and Capital (RGEC). Using the RGEC approach, this research intends to analyse PT Bank Jago Tbk's health status from 2020 to 2024. Based on secondary data collected from the company's financial statements and annual reports for 2020–2024 and bolstered by literature on the subject and rules released by OJK and Bank Indonesia (BI), this study employs a descriptive method. The results show that the bank’s composite rating improved from Rank four (“Less Healthy”) in 2020–2021 to Rank three (“Fairly Healthy”) in 2022–2024. The improvement was mainly driven by better liquidity and profitability performance.

Keywords: transformation; digital bank; PT Bank Jago Tbk; health level; RGEC.

 

 

Persaingan industri perbankan di Indonesia yang semakin ketat menjadi salah satu alasan untuk dilakukannya transformasi digital. PT Bank Jago Tbk sejak awal beroperasi menyebutkan identitasnya sebagai bank digital. Strategi sebagai bank digital akan memengaruhi tingkat kesehatannya. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 4/POJK.03/2016, bank wajib melakukan penilaian sendiri atas tingkat kesehatan menggunakan pendekatan risiko, terhadap faktor Risk Profile, Good Corporate Governance (GCG), Earnings, dan Capital. Dengan menggunakan pendekatan RGEC, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kesehatan PT Bank Jago Tbk dari tahun 2020 hingga 2024. Berdasarkan data sekunder dikumpulkan dari laporan keuangan perseroan dan laporan tahunan untuk 2020-2024 dan didukung oleh literatur pada subjek dan aturan-aturan yang dikeluarkan oleh OJK dan Bank Indonesia (BI), penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesehatan PT Bank Jago Tbk secara komposit mengalami peningkatan dari peringkat komposit empat yang dikategorikan “Kurang Sehat” pada tahun 2020-2021. Menjadi peringkat komposit tiga yang dikategorikan “Cukup Sehat” pada tahun 2022-2024. Peningkatan ini disebabkan oleh perbaikan aspek likuiditas dan profitabilitas.

Kata kunci: transformasi digital; bank digital; tingkat kesehatan; RGEC.

 

References

Aprilia, Z. (2024, February 29). Layanan Digital Bank Besar Makin Lengkap, Bank Digital Masih Relevan? CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/market/20240229140351-17-518608/layanan-digital-bank-besar-makin-lengkap-bank-digital-masih-relevan#:~:text=Jakarta%2C%20CNBC%20Indonesia%20%2D%20Pemain%20bank,yang%20disalurkan%20kepada%20pihak%20ketiga.

BI. (2004). Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/10/PBI/2004 Tahun 2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Bank Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/137709/peraturan-bi-no-610pbi2004

BI. (2004). Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 6/23/DPNP. Bank Indonesia. https://ojk.go.id/id/kanal/perbankan/regulasi/surat-edaran-bank-indonesia/Pages/surat-edaran-bank-indonesia-nomor-6-23-dpnp.aspx

BI. (2007). Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 9/12/DPNP. Bank Indonesia. https://ojk.go.id/id/kanal/perbankan/regulasi/surat-edaran-bank-indonesia/Pages/surat-edaran-bank-indonesia-nomor-9-12-dpnp.aspx

BI. (2012). Kodifikasi Peraturan Bank Indonesia Kelembagaan Penilaian Tingkat Kesehatan Bank. Bank Indonesia.

BI. (2025). Data Transaksi Digital 2020-2025.

Fahrial. (2018). Peranan Bank dalam Pembangunan Ekonomi Nasional. Ensiklopedia of Journal, 1(1), 179–184. http://jurnal.ensiklopediaku.org

FitchRatings. (2024, October 8). APAC Digital Banks’ Parental Links Mitigate Riskier Credit Profiles. FitchRatings. https://www.fitchratings.com/research/banks/apac-digital-banks-parental-links-mitigate-riskier-credit-profiles-08-10-2024

Hanif Satriawan. (2025, June 30). Laporan Kelembagaan LPS Triwulan I 2025. Lembaga Penjamin Simpanan. https://lps.go.id/laporan-kelembagaan-lps-triwulan-i-2025/#:~:text=Jumlah%20bank%20pada%20triwulan%20I%202025%20tercatat,Rp9.077%2C85%20triliun%2C%20tumbuh%20sebesar%204%2C7%25%20secara%20%28yoy%29.

Kasmir. (2023). Analisis Laporan Keuangan (1st ed.). PT RajaGrafindo Persada.

Kemenko Perekonomian. (2016, March 16). Perbankan Sebagai Motor Penggerak Perekonomian. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. https://ekon.go.id/publikasi/detail/2488/perbankan-sebagai-motor-penggerak-perekonomian

Linggadjaya, R. I. T., Sitio, B., & Situmorang, P. (2022). Digital transformation of PT Bank Jago TBK from conventional bank to digital bank. International Journal of Digital Entrepreneurship and Business, 3(1), 9–22.

Mayasari, S. (2024, December 5). Bank Digital Genjot Fee Based Income. Kontan. https://keuangan.kontan.co.id/news/bank-digital-genjot-fee-based-income

OJK. (2016). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4/POJK.03/2016 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Otoritas Jasa Keuangan. https://peraturan.bpk.go.id/Details/128351/peraturan-ojk-no-4pojk032016-tahun-2016

OJK. (2016). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 18/POJK.03/2016 Tahun 2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum. Otoritas Jasa Keuangan. https://peraturan.bpk.go.id/Details/128407/peraturan-ojk-no-18pojk032016-tahun-2016

OJK. (2016). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 55/POJK.03/2016 Tahun 2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum. Otoritas Jasa Keuangan. https://peraturan.bpk.go.id/Details/129776/peraturan-ojk-no-55pojk032016-tahun-2016

OJK. (2018). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12 /POJK.03/2018 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Layanan Perbankan Digital Oleh Bank Umum. Otoritas Jasa Keuangan. https://peraturan.bpk.go.id/Details/128612/peraturan-ojk-no-12-pojk032018-tahun-2018

OJK. (2021). Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan. Otoritas Jasa Keuangan.

OJK. (2021). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/POJK.03/2021 Tahun 2021 tentang Bank Umum. Otoritas Jasa Keuangan. https://peraturan.bpk.go.id/Details/227209/peraturan-ojk-no-12pojk032021-tahun-2021

Populix. (2025). Layanan Keuangan Digital Kian Populer di 2025, Apa Alasannya? https://info.populix.co/articles/layanan-keuangan-digital/

Pramudito, D. K., Gata, W., & Hadikristanto, W. (2025). The Rise of Fintech: Transforming Traditional Banking through Digital Platforms, Automation, and Big Data. The Journal of Academic Science, 2(3). https://doi.org/10.59613/ey3jmp43

Pranoto, E., & Widiarti, I. (2025). Analisis Kesehatan Pra dan Pasca Bank Digital Menggunakan RBBR (Risk-Based Bank Rating) PT Bank Neo Commerce Tbk. Jurnal Ilmiah SIKOMTEK, 15(1).

PT Bank Jago Tbk. (2020). Laporan Tahunan Terintegrasi. https://assets.jago.com/web-assets/public/Annual_Report_Bank_Jago_2020.pdf

Sahara, N. (2025, January 20). Fee Based Income Jadi Sumber Pendapatan Utama Bank. Investor.Id. https://investor.id/finance/386945/fee-based-income-jadi-sumber-pendapatan-utama-bank

Saputri, F. O., & Fitri, A. O. (2025). Strategi Industri Perbankan dalam Menghadapi Perubahan Pasar dan Transformasi Digital di Indonesia. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(5), 9782–9790. https://jicnusantara.com/index.php/jiic

Warner, K. S. R., & Wäger, M. (2019). Building dynamic capabilities for digital transformation: An ongoing process of strategic renewal. Long Range Planning, 52(3), 326–349. https://doi.org/10.1016/j.lrp.2018.12.001

Downloads

Published

2026-09-29

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)